lia suprihartini

May 25, 2008

SISTEM PENUNJANG KEPUTUSAN – DECISION SUPPORT SYSTEM (DSS)

Filed under: matakuliah — liaedu @ 4:53 am

PEMBUATAN KEPUTUSAN

Dalam pembuatan keputusan ada dua orang yang mengartikan artian pembuatan

Keputusan yaitu Simon dan Mintzberg

1. Keputusan menurut Simon

Dalam bukunya terbitan Tahun 1977, simon menguraikan istilah keputusan menjadi

Keputusan terprogram dan Keputusan tak terprogram Keputusan terprogram yaitu

bersifat berulang-ulang dan rutin. pada suatu tingkat tertentu dan prosedur telah di

tetapkan untuk menanganinya sehingga ia dianggap suatu denovo (yang baru) setiap kali

terjadi.

Keputusan tak terprogram yaitu bersifat baru, tidak terstruktur, dan biasanya tidak urut.

Ia juga menjelaskan bahwa dua jenis keputusan tersebut hanyalah kesatuan ujung yang

terangkai secara hitam putih, sifatnya begitu kelabu atau tak jelas, namun demikian

konsep keputusan terprogram dan tak terprogram sangatlah penting, karna masing-

masing memerlukan teknik yang berbeda.

Kontribusi Simon yang lain adalah penjelasan mengenai empat fase yang harus di jalani

oleh Manajer dalam menyelesaikan masalah, fase tersebut adalah :

Aktivitas intelegensi, yaitu mencari kondisi dalam lingkungan yang memerlukan

pemecahan

Aktivitas disain, yaitu menemukan, mengembangkan, dan menganalisis kemungkinan

tindakan yang akan dilakukan.

Aktivitas pemilihan, yaitu menentukan cara tindakan cara tertentu dari beberapa cara yang

sudah ada.

Aktivitas peninjauan kembali, yaitu memberikan penilaian terhadap pilihan yang telah

dilakukan.

2. Keputusan menurut Mintzberg

Mintzberg terkenal dengan teorinya mengenai peranan manajerial, teori ini

mengemukakan sepuluh peranan manajerial yang terbagi dalam tiga kategori, yaitu

interpersonal, informasional, desisional.

Peranan informasonal mengemukakan bahwa manajer mengumpulkan dan menyebarkan

informasi, dan peranan desisional mengemukakan bahwa manajer menggunakan

informasi dalam pembuatan berbagai jenis keputusan.

Ada empat peranan desisional menurut mintzberg :

­ Pengusaha, ketika manajer berperan sebagai pengusaha (entrepreneur) maka

peningkatan hal ini yang bersifat permanent diabadikan sebagai organisasi.

­ Orang yang menangani gangguan, ketika menajer berperan sebagai orang yang

menangani gangguan (disturbace handler), maka ia akan memecahkan masalah yang

belum di antisipasi. Ia membuat keputusan untuk merespon gangguan yang timbul seperti

perubahan ekonomi, ancaman dari pesaing, dan adanya peraturan pajak baru. ­

Pengalokasi sumber, dengan peranan sebagai pengalokasi sumber (resorce

alocator), manajer diharapkan mampu menentukan pembagian sumber organisasi kepada

berbagai unit yang ada misalnya pembuatan keputusan untuk menetapkan anggaran

operasi tahunan.

­ Negosiator, dalm peran sebagai negosiator (negotiator), manajer mengatasi

perselisihan yang muncul dalam perusahaan dan perselisihan yang terjadi antara

perusahaan dan lingkungannya. Contohnya melakukan negosiasi kontrak baru dengan

serikat pekerja.

DSS (Decision Suport system)

Pengembanag DSS berawal pada akhir tahun 1960-an dengan adanya pengguna computer

secara time-sharing (berdasarkan pembagian waktu). Pada mulanya seseorang dapat

berinteraksi langsung dengan computer tanpa harus melalui spesialis informasi. Time-

sharing membuka peluang baru dalam penggunaan computer.

Tidak sampai tahun 1971, ditemukan istilah DSS, G Anthony Gorry dan Michael S. Scott

Morton yang keduanya frofesor MIT, bersama-sama menulis artikel dalam jurnal yang

berjudul “A Framework for Management Information System” mereka merasakan

perlunya ada kerangka untuk menyalurkan aplikasi computer terhadap pembuatan

keputusan manajemen.

Gorry dan Scott Morton mendasarkan kerangka kerjanya pada jenis keputusan menurut

Simon dan tingkat manajemen dari Robert N. Anthony. Anthony menggunakan istilah

Strategic palnning, managemen control dan operational control (perencanaan strategis,

control manajemen, dan control manajemen).

JENIS DSS

Usaha berikutnya dalam mendefinisikan konsep DSS dilakuikan oleh Steven L. Alter.

Alter melakukan study terhadap 56 sistem penunjang keputusan yang digunakan pada

waktu itu, study tersebut memberikan pengetahuan dalam mengidentifikasi enam jenis

DSS, yaitu :

Retrive information element (memanggil eleman informasi)

Analyze entries fles (menganali semua file)

Prepare reports form multiple files (laporan standart dari beberapa files)

Estimate decisions qonsquences (meramalkan akibat dari keputusan)

Propose decision (menawarkan keputusan )

Make decisions (membuat keputusan)

TUJUAN DSS

Dalam DDS terdapat tiga tujuan yang harus di capai yaitu :

­ Membantu manajer dalam pembuatan keputusan untuk memecahkan masalah semi

terstruktur

­ Mendukung keputusan manajer, dan bukannya mengubah atau mengganti

keputusan tersebut

­ Meningkatkan efektivitas menajer dalam pembuatan keputusan, dan bukannya

peningkatan efisiensi

Tujuan ini berkaitan dengan tiga prinsip dasar dari konsep DSS, yaitu struktur masalah,

dukungan keputusan, dan efektivitas keputusan.

ARTI DSS

DSS sebagai sebuah system yang memberikan dukungan kepada seorang manajer, atau

kepada sekelompok manajer yang relative kecil yang bekerja sebagai team pemecah

masalah, dalam memecahkan masalah semi terstrukitur dengan memberikan informasi

atau saran mengenai keputusan tertentu. Informasi tersebut diberikan oleh laporan

berkala, laporan khusus, maupun output dari model matematis. Model tersebut juga

mempunyai kemampuan untuk memberikan saran dalam tingkat yang bervariasi

CARA PENGGUNAAN INFORMASI DARI DSS

Pada dasarnya dua pengguna informasi dari DSS oleh manajer, yaitu untuk

mendefinisikan masalah dan memecahkan masalah tersebut. Pendefinisian masalah

adalah usaha definisi dari pendekatan system. Ia juga berkaitan dengan fase intelegensi

yang di kemukakan oleh simon. Selanjutnya manjer menggunakan informasi untuk

memecahkan masalah yang telah diidentifikasi. Hal ini merupakan usaha pemecahan

menurut poendekatan sistim dan berkaitan denga fase disain dan pemilihan.

Pada umumnya, lapaoran berkala dan khusus digunakan terutama dalam usaha definisi,

dan simulasi dalam usaha pemecahan

Laporan berkala dapat di rancang untuk menidentifikasi masalah atau masalah yang

kemungkinan besar akan muncul, manjer juga melakukan query terhadap database untuk

menemukan masalah atau mempelajari lebih jauh lagi mengenai masalah yang telah di

identifikasi. Simulasi dapat juga membuka masalah yang tersembunyi, karna kelemahan

cenderung akan kelihatan menonjol ketika operasi perusahaan diubah secara matematis.

Laporan berkala dan khusus dapat juga membantu manajer untuk memecahkan masalah

dengan cara mengidentifikasi keputusan alternative, mengevaluasi dan memilih

alternative tersebut, dan memberikan informasi lanjutan.

LAPORAN

1. Laporan berkala dan khusus

Laporan berkala atau periodic report yaitu laporan yang dibuat menurut jadwal

tertentu contohnya adalah analis penjualan terhadap pelanggan perbulan dan laporan

khusus atau special report yaitu laporan yang di buat ketika laporan dibuat ketika sesuatu

yang tidak seperti biasanya terjadi contohnya laporan mengenai kecelakaan. Dalam

penggunaannya laporan berkala dan khusus bersifat lengkap atau ringkas.

2. laporan lengkap dan ringkas

laporan lengakap atau detail report yaitu laporan yang memberikan spesifikasi

mengenai setiap tindakan atau transaksi dan baris yang mewakili tindakan atau transaksi

disebut baris lengkap atau detail line sedangkan laporan ringkas atau summary report

yaitu laporan yang menyertakan baris yang mewakili beberapa tindakan atau transaksi.

Baris laporan biasanya di cetak dalam beberapa ururtan tertentu, filed yang berada

dalam record data, yang disebut key filed atau control filed digunakan untuk

mengurutkan record sebelum laporan tersebut dicetak.

Yang paling sering digunakan ialah Ascending sequence (urutan naik) disini nilai filed

control terendah (no pelanggan 0001 atau nama Aardbverk) didaftar pertama kali, dan

nilai tertinggi (no 9999 atau zikmund) di daftar paling akhir.

PENGGABUNGAN MANAJEMEN DENGAN PENGECUALIN KEDALAM

LAPORAN

Kegunaan laporan sebagai alat pemecah masalah dapat ditingkatkan dengan

menggabungkan manajemen dan pengecualian. Hal ini dapat dilakukan dengan empat

cara :

Menggunakan urutan laporan untuk menyorot pengecualian

Membuat laporan hanya jika terjadi pengecualian

Mengelompokan pengecualian bersama

Menunjukan varian dari norma

PEMODELAN MATEMATIS

Model adalah abstrak dari sesuatu; ia mewakili beberapa fenomena, yaitu objek

dan aktivitas. Fenomena itu disebut entity. Contohnya jika sebuah model mewakili

perusahaan maka perusahaan itu disebut entity-nya.

Model Ststis dan Dinamis

Model ststis islah model yang tidak memasukkan waktu sebagai variabelnya. Ia berkaitan

dengan situasi pada pada suatu saat tertentu sedangkan model dinamis ialah model yang

memasukan waktu sebagai variabel, model ini mewakili tingkah laku entity sepanjang

waktu.

Model Probabilitik dan Deterministik

Model pobabilitas adalah model tentang adanya peluang akan terjadi sesuatu. Pobabilitas

mempunyai jangkauan 0,00 (untuk sesuatu yang tidak punya peluang) dan 1,00 (untuk

sesuatu yang nyata-nyata terjadi) sedangkan model deterministic ialah kebalikan dari

model pobabilitas

Model Optimisasi dan Suboptimisasi

Model optimisasi adalah model yang menentukan pemecahan terbaik diantara altermatif

yang ada. Agar supaya model tersebut dapat melakukan hal ini, masalah harus terstruktur

dengan baik. Sedangkan model suboptimisasi yang seringkali disebut satisficing model

ialah model yang memungkinkan manajer untuk melakukan serangkaian keputusan, dan

model tersebut akan memproyeksikan penyelesaian. Model ini tidak mengidentifikasikan

keputusan yang akan mennghasilkan penyelesaian yang terbaik, namun menyerahkan

tugas tersebut kepada manajer.

SIMULASI

Simulasi atau pemodelan ialah proses dari sebuah model yang mewakili entity-nya.

Skenario, digunakan untuk menjelaskan setting tempat terjadinya simulasi.

Variable keputusan, nilai input yang dimasukan manajer untuk mengukur dampak

terhadap entity.

Teknik simulasi.

Format output simulasi.

KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN PEMODELAN

Manajer yang menggunakan model matematis dapat memperoleh keuntungan

sebagai berikut :

Proses pemodelan menjadi pengalaman belajar

Kecepatan simulasi memberikan kemampuan bagi kita untuk mengevaluasi dampak

keputusan dalam jangka waktu yang singkat.

Model memberikan daya peramalan

Model membutuhkan biyaya yang lebih murah daripada metode trial-and-error.

Sedangkan kerugian model adalah sebagai berikut:

Sulitnay pemodelan system bisnis dan akan menghasilkan model yang tidak dapat

menangkap semua pengaruh pada entity.

Dibutuhkan keterampilan matematika yang tinggi untuk menggembangkan model yang

lebih kompleks secara pribadi

GRAFIK KOMPUTER

Setiap manjer pada umumnya harus mempunyai kemampuan membuat grafik.

Namun demikian, pada kenyatannya, riset menyatakan bahwa penggunan grafik ternyata

tidak selalu lebih baik dari pada pengguna table. Grafik nampaknya lebih baik dalam

situasi tertentu, seperti :

­ Mencari ringkasan data yang cepat

­ Mendeteksi trand masa lalu

­ Membandingkan point dan pola variable yang berbeda

­ Meramal aktivitas masa mendatang

­ Mencari kesan yang relative sederhan adari sejumlah besar informasi yang ada

BAHASA GENERASI KEEMPAT

Sofware dimasukan kedalam perpustakaan software DSS untuk menghasilkan tiga

jenis output. Pada mulanya, satu-satunya cara ialah dengan mengkode program dengan

bahasa pemograman.

Dengan munculnya trend end-user computing, maka lahirlah bahasa yang baru

yang dinamakan fourth-generatioan language (bahasa generasi keempat) atau 4GL

1. Bahasa Pemodelan

Bahasa pemodelan atau maodeling language dibuat untuk membuat tugas pembentukan

model menjadi lebih mudah dari pada menggunakan bahasa berorientasi salah satu

bahasa pemodelan yang pertama adalah GPSS (General Purpose simulation system) yang

dikembangkan IBM pada awal tahun 1960-an

2. Bahasa Tingkat Sangat Tinggi

Very high level language atau bahasa tingkat sangat tinggi biasanya digunakan untuk

menjelaskan bahasa pemograman, seperti APL, yang menawarkan kesingkatan dan daya

di atas dan melebihi apa yang bisa dilakukan oleh bahasa konversional.

3. Generator aplikasi

Application generator atau generator aplikasi menghasilkan program aplikasi seperti

inventarisasi dan penggajian tanpa pemograman 4. Penulisan Laporan

Report writer atau penulisan laporan dirancang secara khusus untuk membuat laporan

5. Generator Grafik

Graph generator atau generator grafik yang juga disebut graphics package digunakan

untuk menampilkan atau mencetak data dalam berbagai macam bentuk grafik.

6. Bahasa Query Database

bahasa yang memungkinkan kita untuk menampilkan data dari berbagai table dari

beberapa bentuk Kriteria.

SISTEM PENUNJANG KEPUTUSAN KELOMPOK

System penunjang keputusan kelompok atau group decision support system (GDSS) ialah

kombinasi dari Komputer, komunikasi, dan teknologi keputusan dan yang digunakan

untuk menemukan, merumuskan, dan memecahkan masalah dalam pertemuan kelompok.

Tujuan GDSS adalah untuk pertukaran ide, opini, dan preferensi dalam kelompok.

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: